Hai Adi di sini! 🙋
Sudah makan siang kah teman?, hari ini aku hadir lagi menyapamu dan selalu rindu untuk menyapamu. Seperti biasa selalu berharap keadaan fisikmu sehat, pikiran dan perasaanmu selalu nyaman dan damai menjalani hidupmu. Memang benar, aku tidak pernah tahu apa saja yang kamu lalui sejauh ini, apa saja yang sudah dunia hadirkan dalam hidupmu, tetapi ketahuilah bahwa kita semua sama, manusia yang masih sedang berjuang dengan yang namanya kehidupan di dunia yang fana ini.
Jadi, hari ini aku ingin hadir membahas bersamamu tentang kesembuhan. Sembuh yang ku maksudkan di sini bukanlah hanya sebatas ketika tubuh kita secara fisik sedang menderita penyakit, tetapi sembuh secara mental juga. Betapa pentingnya bagi kita untuk memiliki tubuh yang sehat bukan? Kita bisa melakukan aktivitas hidup setiap hari tanpa kendala. Kita bisa secara produktif mengerjakan hal - hal yang biasanya kita lakukan. Namun, ketika badan sakit, mental atau jiwa kita tertekan, tentu saja menyakitkan dan cukup mengganggu kita dalam berkonsentrasi mengerjakan banyak hal.
Kita mungkin kadang berkata, mengapa ya saya harus menderita sakit?; mengapa masalah selalu saja merintangi jalan kehidupan saya?; mengapa orang - orang ini menyakiti saya?; mengapa sepertinya tidak ada saja hal yang yang benar yang terjadi pada saya, atau mengapa semua ini harus saya alami? Apa sih kesalahan saya, bagaimana saya bisa bertahan dengan kenyataan hidup ini? Masih adakah harapan untuk orang seperti saya ini?, kemana saya bisa pergi mencari bantuan ketika saya sepertinya sudah tidak mampu lagi menanggung semua ini? Pikiran saya kacau, perasaan saya campur aduk, tidak ada yang beres dengan diri saya. Dunia sepertinya membenci saya sedemikian rupa sehingga saya tercipta menjadi orang yang sangat tidak beruntung. Mungkin beberapa pertanyaan seperti ini kerap kita pertanyakan dalam hati atau pikiran kita. Temanku, pertanyaan seperti ini akan melemahkan kita. Percayalah, saya sudah membuktikannya. Bukannya membuka jalan bagi solusi untuk merasa lebih baik, tetapi malah menambah beban dalam diri kita. Tertekan menekan jiwa dan raga, justru menyakit tubuh kita yang mungkin saja sudah demikian rapuhnya, pikiran atau perasaan yang diikuti dengan pertanyaan - pertanyaan negatif seperti ini hanya akan membawa kita kepada kepahitan dan luka yang makin dalam dan sulit diobati. Pertanyaan seperti itu juga bisa dikatakan sebagai sungut - sungut.
Lantas perkataan seperti apa yang sebaiknya kita katakan bahkan ketika kondisi tubuh atau perasaan dan pikiran kita begitu pahit dan sakit? Saat sepertinya tidak ada harapan dan orang yang bisa kita andalkan?. Sejujurnya, temanku, aku juga masih berproses untuk menjalani jawaban seperti apa yang tepat untuk menjawab hal tersebut. Namun yang bisa aku bagikan untukmu, ketika harus diperhadapkan kepada kondisi sakit dan menyakitkan dalam diri dan hidup adalah bahwa, waktu akan menolong kita melewati semuanya. Kita hanya harus mengisi pikiran dan hidup kita dengan hal - hal yang bernada optimis, tetap tenang, damai, bersukacita dan percaya bahwa kita tidak akan menghadapi persoalan yang melebihi kapasitas kita sebagai manusia. Di dalam diri kita, kita memiliki semacam karunia untuk bisa sembuh. Suatu anugerah kesembuhan itu, bisa datang dari mana saja, dan saya percaya diri kita juga memilikinya.Kondisi spiritualitas yang percaya akan kuasa Pencipta, bahwa Tuhan yang menjadikan kita ini, memiliki kendali dan otoritas untuk memelihara dan menjaga kita dalam rangkulan-Nya yang erat pasti tidak akan pernah menjauhi kita. Yang perlu kita lakukan adalah cukup dengan percaya, memikirkan hal - hal luar biasa yang sanggup Tuhan kerjakan di dalam kita, dan melihat waktu Tuhan tidak akan pernah terlambat untuk menyatakan ke Maha Besaran-Nya melalui kehidupan kita. Menyadari bahwa kita memiliki Pencipta yaitu Tuhan yang lebih besar dari segala sesuatu bahkan yang tidak pernah terpikirkan sekalipun, adalah sebuah kualitas energi yang sanggung mengalahkan kelemahan apapun. Modal kita hanyalah yang penting kita percaya, Tuhan sanggp melakukan itu. Kita hanya perlu menaati hal - hal yang menandakan bahwa kita meyakini-Nya dan menyerahkan semua hal yang tidak terkendali ini ke dalam kendali-Nya.
Pertanyaan -pertanyaan, keluhan atau sungut - sungut kita yang bernada negatif itu, hanya akan membawa kita kepada mencari - cari sesuatu untuk dipersalahkan. Kita secara tidak sadar akan dibawa kepada suatu keadaan dimana kita meragukan dan mempertanyakan keberadaan Tuhan.
Mungkin teman berkata, yah mudah saja bagiku untuk bisa berkomentar seperti itu, karena kemungkinan hidupku baik - baik saja, semuanya berjalan dalam kendali yang aman - aman saja. Who knows? Let me tell you this, sejak aku menulis blog ini, setiap hari diriku seperti mengalami peperangan yang benar - benar menyiksa. Bukan hanya sisi fisikku yang terasa demikian lelahnya dengan beban hidup, tetapi terutama pada bagian mental atau pikiranku yang penuh dengan berbagai macam tekanan. Setiap hari aku harus bangun dengan bergumul dengan pikiran, seperti apa kira - kira aku harus menjalani hidup hari ini, agar terlihat baik - baik saja, agar bisa melalui satu hari ini tanpa menyiksa diri dengan berbagai ketidakmenentuan dalam hidup ini. Bisa makan, minum, bekerja, bertemu dengan orang lain tanpa perlu merasa terbeban oleh apapun. Namun hal itu bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan olehku. Yang ingin aku garis bawahi adalah bahwa kehidupan kita mungkin beragam, permasalahan yang kita hadapi setiap hari bervariasi menurut masing - masing orang, namun tidak ada satu manusiapun di bawah kolong langit ini yang bisa merdeka dari yang namanya beban hidup dan permasalahan bahkan rasa sakit sekalipun. Kita semua berisi daging dan tulang yang tertutup oleh kulit, dan setebal - tebalnya kulit seseorang, tetap tidak bisa menolak yang namanya rasa sakit, terkecuali dia memiliki kelainan fungsi perasa.
Judul tulisan hari ini, ingin mengantarkan kepada temanku sekalian, bahwa diri kita sebagai manusia, diciptakan dalam karunia untuk menyembuhkan diri dengan baik. Terkadang kita sakit karena kita membiarkan hal - hal yang dapat menyebabkan kita sakit masuk dan menerobos pertahanan kita. Seperti kita tahu api itu panas tetapi kita memaksakan diri untuk memegangnya. Kita tahu bahwa silet itu tajam dan bisa melukai kita, namun kita tidak hati - hati menggunakannya, kita tahu bahwa sesuatu akan merugikan kita tetapi kita tetap berkeras hati melakukan hal itu. Terkadang kita memang sulit melawan keinginan diri kita, itulah sebabnya kita perlu kendali dan kesadaran. Dan itu tidak hanya satu atau dua hari, tetapi tiap hari dalam hidup kita harus siap dengan segala sesuatu untuk berhadapan dengan apapun yang kemungkinan bisa membuat kita sakit.
Lalu, apa yang bisa kita lakukan jika semuanya sudah terlanjur terjadi? Kita sudah memilih jalan yang membuat kita sakit atau tanpa sadar kita telah membuat diri kita mendapatkan hal yang tidak menyenangkan untuk kita rasakan atau alami? Kembali lagi bahwa kita punya Pencipta kita. Kehidupan yang sepenuhnya meyakini bahwa di dunia ini kita memiliki Tuhan, yang setiap saat tahu dan melihat hal - hal yang kita kerjakan dan hal - hal yang terjadi dalam hidup kita, akan membuat kita menyadari bahwa kita tidak bisa tanpa Dia. Kita bawa semuanya kepada-Nya, dengan kepercayaan atau keyakinan bahwa Dia Tuhan sanggup menolong dan memampukan kita melalui apapun itu. Besar kecilnya rasa beban hidup, ringan beratnya rasa sakit, Tuhan tahu dan lebih dari mampu untuk memampukan kita menghadapinya. Penyerahan diri seutuhnya kepada Tuhan, tanpa pernah mempersalahkan Tuhan untuk setiap kondisi yang tidak menyenangkan itu, akan membuat karunianya bekerja di dalam diri kita. Dan percaya atau tidak, secara ajaib, karunia untuk sembuh itu bisa terjadi tanpa sepengetahuan kita. Kita mungkin perlu perenungan lebih dalam mengenai hal ini, namun cobalah teman, ketika dirimu menghadapi apapun yang tidak menyenangkan dalam diri atau hidupmu, ingatlah Tuhan. Jika Dia memiliki kuasa untuk menciptakan alam semesta dan semua yang hebat itu, suatu hal yang kecil bagi-Nya untuk menghadirkan hal - hal yang dirimu butuhkan. Kau hanya perlu percaya dan berserah pada-Nya. Taat dan mau mendengarkan apapun yang Tuhan inginkan untuk dirimu lakukan. Karena itu pasti tidak akan pernah jauh dari yang namanya kebaikan bagi dirimu sendiri.
Banyak hal yang ingin sekali aku gali denganmu tentang hal - hal seperti ini teman, namun kita akan melanjutkannya lain kali. Mari kita bersama - sama menjalani hari ini dengan pikiran yang sederhana. Dimulai dari satu hari ini. Yang jika menjadi suatu kebiasaan yang positif dan baik, pasti akan menjadi suatu hal yang bermanfaat jangka panjang bagi diri kita masing - masing. Have a nice day ya. Remember that I always here for you teman dan jangan terlalu memaksa dirimu, pelan - pelan saja. Sebuah Lukisan yang indah dan berharga tidak akan pernah bisa selesai hanya dalam satu malam saja.
As an Extra, Kubagikan link lagu untuk menyegarkan harimu, belakangan ini aku sering memutarnya di meja kerjaku, semoga kamu menyukainya : Lagu Penyemangatmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar