Histats

Selasa, 30 Januari 2024

Untuk Segalanya Ada Waktunya

 Hai Adi di sini !🙋

Dari tempatku berada, tentunya selalu berharap dirimu senantiasa tersenyum dengan hidupmu, teman. Tiada yang dapat menghentikan setiap masalah datang menghampiri jika memang sudah waktunya. Tetapi aku yakin, langkah kakimu tidak akan dihentikan oleh apapun masalahmu, karena dirimu kuat. Bukan begitu?

"Untuk segala sesuatu ada waktunya.  Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam; ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun; ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari; ada waktu untuk membuang batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk; ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang; ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara; ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai. Apakah untung pekerja dari yang dikerjakannya dengan berjerih payah? Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Allah kepada anak - anak manusia untuk melelahkan dirinya. Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir."

Teman, percayakah dirimu bahwa apapun yang terjadi di dalam setiap detik kehidupan ini, dari ujung barat sampai timur, utara sampai selatan, dari setiap sudut dan lorong - lorong dunia, memiliki waktunya masing - masing?. Jika kamu percaya, kamu bisa melanjutkan membaca dan merenung bersamaku hari ini. Tidak usah terlalu rumit, berpikir kompleks dan terlalu jauh, setiap waktu yang mengatur tentang hidup ini, ada di dekat kita masing - masing. 

Jika kita menyadari bahwa apapun yang terjadi di bawah kolong langit ini, memiliki masanya, teratur terjadi karena adanya waktu, tentu kita akan paham bahwa ada batasan di dalam kehidupan setiap orang yang tidak bisa ditolak dan dipungkiri. Kita hanya bisa menjalaninya, mengisinya dengan kapasitas terbaik yang kita punya, menghargai setiap waktu itu tentu saja dengan tidak menyia - nyiakannya. Karena waktu yang sudah berlalu tidak akan kembali. Hari kemarin tidak bisa diulang kembali, bahkan jika kita memiliki alat untuk merekam semuanya, tentu yang kita bisa rekam hanyalah kejadian yang terjadi pada saat itu dan tidak bisa mengubahnya. Mungkin teman berkata, kecanggihan teknologi sekarang bisa membuat segala sesuatunya atau mengedit berbagai macam hal sesuai kemauan otak manusia, namun itu bukanlah kebenaran, tetapi sebuah kepalsuan bukan?. Waktu adalah sebuah komponen yang memberi garis batas kepada apapun yang bisa kita lakukan di dalam hidup, waktu merupakan suatu perhitungan yang kepada masing - masing orang diberikan bagiannya. Kecanggihan dalam tingkat apapun tidak ada yang bisa menyamai kemampuan waktu untuk membatasi semua hal itu. Karena, teknologi yang ada sekarang akan digantikan dengan teknologi yang akan datang, orang atau generasi yang ada sekarang akan digantikan oleh generasi kemudian, perubahan - perubahan yang terjadi dalam dunia semuanya dibatasi oleh waktu atau masa. Itulah sebabnya dari sejak semulanya, tulisan ini membangkitkan ingatan kepada kita bahwa untuk segala sesuatunya ada masanya. 

Jika hari ini dirimu bersedih oleh sesuatu, ya karena waktunya bagimu untuk bersedih, dia akan berlalu sesuai waktunya. Jika saat ini dirimu sedang menunggu sesuatu, waktunya juga akan tiba penantianmu itu menghadirkan apa di dalam hidupmu. Jika dirimu sedang mengalami masa - masa yang berat karena banyaknya masalah atau tugas kehidupan yang harus kamu kerjakan, ada juga masa dirimu bisa bersantai dan tidak tahu akan melakukan apa. Yang kita bisa lakukan adalah mengerjakan bagian kita masing -masing, dalam batasan waktu hidup dari masing - masing kita. Yang ingin aku antarkan kepadamu hari ini adalah bahwa waktu itu adalah sesuatu yang penting dan berharga. Sehingga pergunakanlah dengan bijaksana dan sebaik mungkin yang kau bisa. Dan ingatlah, apapun yang terjadi selama dirimu menjalani atau melalui masa waktumu, semua akan terlewati. 



Senin, 29 Januari 2024

Karunia untuk Sembuh

 Hai Adi di sini! 🙋


Sudah makan siang kah teman?, hari ini aku hadir lagi menyapamu dan selalu rindu untuk menyapamu. Seperti biasa selalu berharap keadaan fisikmu sehat, pikiran dan perasaanmu selalu nyaman dan damai menjalani hidupmu. Memang benar, aku tidak pernah tahu apa saja yang kamu lalui sejauh ini, apa saja yang sudah dunia hadirkan dalam hidupmu, tetapi ketahuilah bahwa kita semua sama, manusia yang masih sedang berjuang dengan yang namanya kehidupan di dunia yang fana ini. 

Jadi, hari ini aku ingin hadir membahas bersamamu tentang kesembuhan. Sembuh yang ku maksudkan di sini bukanlah hanya sebatas ketika tubuh kita secara fisik sedang menderita penyakit, tetapi sembuh secara mental juga. Betapa pentingnya bagi kita untuk memiliki tubuh yang sehat bukan? Kita bisa melakukan aktivitas hidup setiap hari tanpa kendala. Kita bisa secara produktif mengerjakan hal - hal yang biasanya kita lakukan. Namun, ketika badan sakit, mental atau jiwa kita tertekan, tentu saja menyakitkan dan cukup mengganggu kita dalam berkonsentrasi mengerjakan banyak hal. 

Kita mungkin kadang berkata, mengapa ya saya harus menderita sakit?; mengapa masalah selalu saja merintangi jalan kehidupan saya?; mengapa orang - orang ini menyakiti saya?; mengapa sepertinya tidak ada saja hal yang yang benar yang terjadi pada saya, atau mengapa semua ini harus saya alami? Apa sih kesalahan saya, bagaimana saya bisa bertahan dengan kenyataan hidup ini? Masih adakah harapan untuk orang seperti saya ini?, kemana saya bisa pergi mencari bantuan ketika saya sepertinya sudah tidak mampu lagi menanggung semua ini? Pikiran saya kacau, perasaan saya campur aduk, tidak ada yang beres dengan diri saya. Dunia sepertinya membenci saya sedemikian rupa sehingga saya tercipta menjadi orang yang sangat tidak beruntung. Mungkin beberapa pertanyaan seperti ini kerap kita pertanyakan dalam hati atau pikiran kita. Temanku, pertanyaan seperti ini akan melemahkan kita. Percayalah, saya sudah membuktikannya. Bukannya membuka jalan bagi solusi untuk merasa lebih baik, tetapi malah menambah beban dalam diri kita. Tertekan menekan jiwa dan raga, justru menyakit tubuh kita yang mungkin saja sudah demikian rapuhnya, pikiran atau perasaan yang diikuti dengan pertanyaan - pertanyaan negatif seperti ini hanya akan membawa kita kepada kepahitan dan luka yang makin dalam dan sulit diobati. Pertanyaan seperti itu juga bisa dikatakan sebagai sungut - sungut. 

Lantas perkataan seperti apa yang sebaiknya kita katakan bahkan ketika kondisi tubuh atau perasaan dan pikiran kita begitu pahit dan sakit? Saat sepertinya tidak ada harapan dan orang yang bisa kita andalkan?. Sejujurnya, temanku, aku juga masih berproses untuk menjalani jawaban seperti apa yang tepat untuk menjawab hal tersebut. Namun yang bisa aku bagikan untukmu, ketika harus diperhadapkan kepada kondisi sakit dan menyakitkan dalam diri dan hidup adalah bahwa, waktu akan menolong kita melewati semuanya. Kita hanya harus mengisi pikiran dan hidup kita dengan hal - hal yang bernada optimis, tetap tenang, damai, bersukacita dan percaya bahwa kita tidak akan menghadapi persoalan yang melebihi kapasitas kita sebagai manusia. Di dalam diri  kita, kita memiliki semacam karunia untuk bisa sembuh. Suatu anugerah kesembuhan itu, bisa datang dari mana saja, dan saya percaya diri kita juga memilikinya.Kondisi spiritualitas yang percaya akan kuasa Pencipta, bahwa Tuhan yang menjadikan kita ini, memiliki kendali dan otoritas untuk memelihara dan menjaga kita dalam rangkulan-Nya yang erat pasti tidak akan pernah menjauhi kita. Yang perlu kita lakukan adalah cukup dengan percaya, memikirkan hal - hal luar biasa yang sanggup Tuhan kerjakan di dalam kita, dan melihat waktu Tuhan tidak akan pernah terlambat untuk menyatakan ke Maha Besaran-Nya melalui kehidupan kita. Menyadari bahwa kita memiliki Pencipta yaitu Tuhan yang lebih besar dari segala  sesuatu bahkan yang tidak pernah terpikirkan sekalipun, adalah sebuah kualitas energi yang sanggung mengalahkan kelemahan apapun. Modal kita hanyalah yang penting kita percaya, Tuhan sanggp melakukan itu. Kita hanya perlu menaati hal - hal yang menandakan bahwa kita meyakini-Nya dan menyerahkan semua hal yang tidak terkendali ini ke dalam kendali-Nya. 

Pertanyaan -pertanyaan, keluhan atau sungut - sungut kita yang bernada negatif itu, hanya akan membawa kita kepada mencari - cari sesuatu untuk dipersalahkan. Kita secara tidak sadar akan dibawa kepada suatu keadaan dimana kita meragukan dan mempertanyakan keberadaan Tuhan. 

Mungkin teman berkata, yah mudah saja bagiku untuk bisa berkomentar seperti itu, karena kemungkinan hidupku baik - baik saja, semuanya berjalan dalam kendali yang aman - aman saja. Who knows? Let me tell you this, sejak aku menulis blog ini, setiap hari diriku seperti mengalami peperangan yang benar - benar menyiksa. Bukan hanya sisi fisikku yang terasa demikian lelahnya dengan beban hidup, tetapi terutama pada bagian mental atau pikiranku yang penuh dengan berbagai macam tekanan. Setiap hari aku harus bangun dengan bergumul dengan pikiran, seperti apa kira - kira aku harus menjalani hidup hari ini, agar terlihat baik - baik saja, agar bisa melalui satu hari ini tanpa menyiksa diri dengan berbagai ketidakmenentuan dalam hidup ini. Bisa makan, minum, bekerja, bertemu dengan orang lain tanpa perlu merasa terbeban oleh apapun. Namun hal itu bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan olehku. Yang ingin aku garis bawahi adalah bahwa kehidupan kita mungkin beragam, permasalahan yang kita hadapi setiap hari bervariasi menurut masing - masing orang, namun tidak ada satu manusiapun di bawah kolong langit ini yang bisa merdeka dari yang namanya beban hidup dan permasalahan bahkan rasa sakit sekalipun. Kita semua berisi daging dan tulang yang tertutup oleh kulit, dan setebal - tebalnya kulit seseorang, tetap tidak bisa menolak yang namanya rasa sakit, terkecuali dia memiliki kelainan fungsi perasa. 
 
Judul tulisan hari ini, ingin mengantarkan kepada temanku sekalian, bahwa diri kita sebagai manusia, diciptakan dalam karunia untuk menyembuhkan diri dengan baik. Terkadang kita sakit karena kita membiarkan hal - hal yang dapat menyebabkan kita sakit masuk dan menerobos pertahanan kita. Seperti kita tahu api itu panas tetapi kita memaksakan diri untuk memegangnya. Kita tahu bahwa silet itu tajam dan bisa melukai kita, namun kita tidak hati - hati menggunakannya, kita tahu bahwa sesuatu akan merugikan kita tetapi kita tetap berkeras hati melakukan hal itu. Terkadang kita memang sulit melawan keinginan diri kita, itulah sebabnya kita perlu kendali dan kesadaran. Dan itu tidak hanya satu atau dua hari, tetapi tiap hari dalam hidup kita harus siap dengan segala sesuatu untuk berhadapan dengan apapun yang kemungkinan bisa membuat kita sakit. 
 
Lalu, apa yang bisa kita lakukan jika semuanya sudah terlanjur terjadi? Kita sudah memilih jalan yang membuat kita sakit atau tanpa sadar kita telah membuat diri kita mendapatkan hal yang tidak menyenangkan untuk kita rasakan atau alami? Kembali lagi bahwa kita punya Pencipta kita. Kehidupan yang sepenuhnya meyakini bahwa di dunia ini kita memiliki Tuhan, yang setiap saat tahu dan melihat hal - hal yang kita kerjakan dan hal - hal yang terjadi dalam hidup kita, akan membuat kita menyadari bahwa kita tidak bisa tanpa Dia. Kita bawa semuanya kepada-Nya, dengan kepercayaan atau keyakinan bahwa Dia Tuhan sanggup menolong dan memampukan kita melalui apapun itu. Besar kecilnya rasa beban hidup, ringan beratnya rasa sakit, Tuhan tahu dan lebih dari mampu untuk memampukan kita menghadapinya. Penyerahan diri seutuhnya kepada Tuhan, tanpa pernah mempersalahkan Tuhan untuk setiap kondisi yang tidak menyenangkan itu, akan membuat karunianya bekerja di dalam diri kita. Dan percaya atau tidak, secara ajaib, karunia untuk sembuh itu bisa terjadi tanpa sepengetahuan kita. Kita mungkin perlu perenungan lebih dalam mengenai hal ini, namun cobalah teman, ketika dirimu menghadapi apapun yang tidak menyenangkan dalam diri atau hidupmu, ingatlah Tuhan. Jika Dia memiliki kuasa untuk menciptakan alam semesta dan semua yang hebat itu, suatu hal yang kecil bagi-Nya untuk menghadirkan hal - hal yang dirimu butuhkan. Kau hanya perlu percaya dan berserah pada-Nya. Taat dan mau mendengarkan apapun yang Tuhan inginkan untuk dirimu lakukan. Karena itu pasti tidak akan pernah jauh dari yang namanya kebaikan bagi dirimu sendiri.  
 
Banyak hal yang ingin sekali aku gali denganmu tentang hal - hal seperti ini teman, namun kita akan melanjutkannya lain kali. Mari kita bersama - sama menjalani hari ini dengan pikiran yang sederhana. Dimulai dari satu hari ini. Yang jika menjadi suatu kebiasaan yang positif dan baik, pasti akan menjadi suatu hal yang bermanfaat jangka panjang bagi diri kita masing - masing. Have a nice day ya. Remember that I always here for you teman dan jangan terlalu memaksa dirimu, pelan - pelan saja. Sebuah Lukisan yang indah dan berharga tidak akan pernah bisa selesai hanya dalam satu malam saja. 
 

As an Extra, Kubagikan link lagu untuk menyegarkan harimu, belakangan ini aku sering memutarnya di meja kerjaku, semoga kamu menyukainyaLagu Penyemangatmu

Minggu, 28 Januari 2024

Jurnal oleh, dari dan untuk diri kita

 Hai Adi di sini ! 

Terkadang sulit untuk menatap matahari pagi bukan? terutama ketika tubuh dan pikiran rasanya sangat berat untuk dipaksakan melanjutkan apa yang dinamakan dengan hidup. Tidak apa - apa, jika hari ini kita merasa tidak baik - baik saja. Tidak apa - apa jika kita hanya ingin berdiam diri, tidak melakukan apapun. Namun, jangan lupa untuk makan dan minum ya teman. 

Hidup, menghadapi dan menjalaninya kadangkala memang tidak semudah kita menarik napas dan menghembuskannya. Hidup lebih rumit dari sekedar membuka dan menutup mata. Sebagai manusia, kita terdiri dari tubuh fisik, jiwa dan roh. Tubuh fisik kita adalah bagian yang dapat merasakan sakit dan itu mudah untuk dideteksi. Kita tahu kita memiliki roh, ketika kita masih bisa bernafas. Yang paling rumit untuk dihadapi adalah jiwa kita. Seringkali kita tidak bisa mendeteksi bahwa jiwa kita sedang mengalami banyak masalah dan sedang terganggu. Di dalam jiwa kitalah terkandung situasi mental atau psikis, suatu bagian penting yang mungkin sering kita abaikan peranannya dan betapa pentingnya kita untuk menjaganya tetap stabil. Kondisi mental digambarkan dengan emosi, perasaan, pemikiran, harapan, keinginan, mimpi, suasana hati, kehendak dan berbagai hal lain yang sepertinya tidak terlihat namun sesungguhnya mengambil peran yang sangat penting mempengaruhi tubuh kita secara fisik. Kondisi mental yang tidak stabil dan terganggu, akan diperparah dengan keadaan dimana kita tidak memiliki siapapun untuk berbagi, hidup di zaman modern terkadang membuat orang memiliki kebiasaan individualis, teknologi yang ada menjadi sarana komunikasi yang pada dasarnya mengurangi atau membatasi betapa pentingnya hubungan secara emosional, memaksa kita bahkan hanya bisa terkoneksi dengan seseorang terlebih keluarga atau teman hanya melalui teknologi. Padahal, kita sebagai makhluk sosial, tetap membutuhkan seseorang secara fisik berada di sisi kita untuk bercerita, berbagi atau bahkan hanya sekedar untuk melihat bahwa ada jiwa lain di depan mata kita yang bernafas dan sedang memperhatikan kita.

Saya mungkin contohnya, hari ini, badan saya merasa lelah, saya berpikir untuk tidak ingin melakukan apapun, ingin berdiam diri saja, tidak ingin memikirkan apapun, tidak ada ide dan sepertinya energi saya terkuras habis padahal saya kemarin tidak melakukan apapun yang menggunakan tenaga fisik berlebihan. Namun, hari ini itulah kondisi yang saya rasakan. Kelelahan karena mental saya diserang dengan berbagai macam pikiran yang berperang di dalam otak saya. Perasaan yang kadang sulit untuk diungkapkan dengan kata - kata. Dan bagaimana bisa menemukan diri saya lagi? Tidak baik bagi tubuh saya jika saya seperti ini bukan? Saya ingin melewatkannya dengan berdiam diri, tetapi saya tahu dan masih sadar bahwa itu tidak bisa mengubah apapun. Energi saya tidak akan terkumpul kembali hanya dengan berdiam diri. Serangan yang terjadi pada mental kita, terkadang adalah suatu kondisi yang lebih parah daripada suatu jenis penyakit yang menyerang tubuh secara fisik. Jika kita mencoba mencari  tahu melalui berbagai literatur, atau buku atau sumber yang berbicara mengenai kesehatan, betapa kesehatan mental itu sangat penting untuk dijaga. 

Lalu, apa yang sebaiknya saya lakukan dalam kondisi seperti ini? Saya mencoba memberanikan diri mencari tahu, saya meng-googling  kira - kira apa hal baik yang bisa saya gunakan untuk mengatasi atau menghadapi situasi seperti ini setiap kali saya diperhadapkan kepadanya. Saya dianjurkan untuk menulis. Menulis jurnal atau catatan harian. Menulis suatu jurnal bukan hanya tentang menceritakan pengalaman atau aktivitas sehari - hari, atau hanya sekedar menulis apa yang ingin kita tulis. Kegiatan menulis jurnal ini memiliki manfaat yang berfungsi sebagai terapi sederhana dan praktis, murah dan mudah dilakukan. Terapi mental yang kita lakukan untuk diri kita sendiri yang dapat membantu kita untuk mampu memindahkan setiap emosi negatif yang kita sedang rasakan atau alami menjadi hal - hal yang lebih positif dan berarti. Sebuah artikel yang menjadi acuan saya  (akan saya share link nya di akhir blog hari ini, agar teman bisa ikut membacanya) mengatakan bahwa menulis tentang perasaan bisa meningkatkan suasana hati dan memberikan rasa tenang. Kita jadi bisa berpikir secara teratur dan membuat beban terasa lebih ringan. Sesuatu yang tidak ada salahnya jika kita coba bukan? 

Menulis jurnal membutuhkan kejujuran, tanpa perlu merasa takut untuk dihakimi oleh siapapun, terlebih dengan pikiran dan perasaan bahwa diri kita tidak akan berbalik untuk menghakimi diri kita bukan? Menunjukkan sisi rapuh dan lemah dari diri kita adalah sebuah bentuk kejujuran yang perlu kita tuangkan di dalam jurnal kita. Karena itu akan mengantarkan kita untuk menganalisa apa sebenarnya yang sedang terjadi pada kita dan tanpa kita sadari hal ini dapat menolong kita untuk memusatkan perhatian pada kelemahan itu kemudian mencari usaha untuk memberinya solusi. Menulis jurnal, jangan dilakukan sekali dua kali, tetapi akan sangat baik untuk dilakukan setiap hari ketika memiliki kesempatan, agar dapat melihat perkembangan dan kemajuan yang terjadi. Fakta - fakta yang digambarkan oleh pikiran dan perasaan kita secara jujur yang telah tertuang di dalam jurnal, akan mudah kita lihat satu persatu dan bukan tidak mungkin kita akan mencari tahu bagaimana memperbaikinya dan bangkit menjadi seseorang yang lebih kuat, lebih hidup dan berkualitas. Kita bisa dan kita mampu. Tidak perlu merasa malu dengan diri sendiri, takut untuk mengatakan kejujuran tentang diri kita, kita harus menerima diri kita apapun yang telah dilakukannya atau sedang terjadi padanya. Karena, sometimes, in the end of the day, hanya diri kita yang mampu menolong diri kita. Musuh terbesar kita pada dasarnya bukanlah orang lain atau lingkungan di luar kita, itu adalah diri kita sendiri. Terkadang mengalahkan diri kita membutuhkan effort atau usaha yang mati - matian. Namun suatu hal yang sangat penting untuk dapat mengalahkan ego atau mengendalikan diri kita. Dan untuk menunjukkan bahwa kita masih terus melangkah, kita harus melakukannya. 

Satu hal yang saya tandai dalam artikel tentang jurnal harian yang saya baca adalah, penting untuk menulis jurnal itu dengan tangan. Berarti bukan mengetiknya tetapi menulis dengan pulpen di atas sebuah buku khusus. Salah satu manfaatnya adalah bahwa itu akan membuat kita lebih terpusat, lebih fokus, dan sadar atau tidak akan perlahan - lahan mengurangi tekanan mental yang kita rasakan. Banyak manfaat lainnya yang akan diperoleh dan saya yakin teman akan menemukannya baik di dalam link yang nantinya akan saya bagikan bahkan ketika teman mulai menulis dan membuktikannya sendiri. Saya juga akan membuktikannya dengan mulai merancang jurnal saya sendiri. Mungkin ada teman yang berkata bahwa bukankah blog yang saya buat ini bisa menjadi jurnal saya? Saya sepertinya membutuhkan lebih dari sekedar menulis dalam sebuah blog. Blog membuat saya terkoneksi dengan teman yang membacanya. Tetapi, diri saya, mental saya juga sepertinya membutuhkan "pelampiasan" lain yang kemungkinan besar akan bermanfaat buat diri saya secara pribadi bukan? Terutama saat keadaan hidup ini mulai semakin berat. Dan saya tidak bisa berbohong bahwa kenyataan hidup saya belakangan ini begitu berat di bagian mental atau psikis saya. 

Jadi teman, dimanapun dirimu berada membaca tulisan hari ini, ayo tidak ada salahnya kita mencoba membuat jurnal harian kita. Penasaran seperti apa rasanya dan seperti apa capaiannya nanti, saya dari sini berharap itu bisa membawa suatu perubahan yang baik buat dirimu. Mari kita mulai. Semangat, dan ketahuilah aku di sini teman. Akan siap mendengarkan sejauh mana dirimu berproses dan mencapai hidup ataupun mental yang lebih segar dan optimis. Karena itu sangat penting. Nanti kita cerita lagi. 🙇

Sumber inspirasi : Lebih Positif Dengan Mulai Menulis Jurnal

 

Sabtu, 27 Januari 2024

Masihkah menulis surat cintamu?

 Hai, Adi di sini! 🙇

Teman, siapapun dirimu yang berada di ujung sana dan sedang mengunjungiku di blog ini, aku selalu penasaran tentang bagaimana kabarmu hari ini. Ya setidaknya hari ini, karena hari kemarin sudah lewat dan menjadi sejarah bukan? Jadi mari kita fokus dengan hari ini. Berharap dari tempatku, dirimu selalu memiliki "Joy" seperti yang sempat kita singgung kemarin. Apapun keadaan dan keberadaanmu.

Dirimu merasa sendiri? Tidak kawan, hei, aku ada di sini menemanimu. Mungkin kau bilang apalah aku ini, hanya seseorang yang bersembunyi di balik tulisan yang tidak bisa langsung berbicara di telingamu atau datang tersenyum di depan matamu. Tetapi ketahuilah, aku mungkin adalah orang yang ingin peduli dengan hidupmu, dengan dirimu. Entah siapapun dirimu. Kita tidak bisa melawan keterbatasan kita sebagai manusia bukan? Tetapi kita bersyukur kita ada di zaman yang membolehkan kita berselancar melalui internet dan membuka peluang untuk belajar atau bertemu berbagai hal. Aku tidak bisa ada di dekatmu saat ini dalam bentuk fisik, sesosok jiwa yang bisa kau ajak bercerita atau bercanda dan berbagi, tetapi blog ini hadir sebagai penyemangat bahwa sebenarnya dirimu tidak sendirian dan aku bisa hadir melalui tulisanku kepadamu. Ditujukan untukmu. Dan kuharap kau bisa sedikit menyukainya dan pelan - pelan tidak akan pernah bosan untuk mengenalku melalui apa yang kutuliskan untukmu, dan akhirnya kita benar - benar bisa berteman. Bukankah memiliki teman adalah salah satu karunia yang sangat indah? Apalagi jika dia adalah seorang teman yang sangat dekat dan akrab.

 Jadi, hari ini aku hadir di hadapanmu, aneh rasanya jika aku tidak memiliki sesuatu untuk kuceritakan atau ku bagikan. Sejauh ini, belum ada diantara kalian yang berbagi denganku, jadi biarkanlah aku yang berbagi lebih dulu. Kau tahu, saat menulis ini kepalaku agak sedikit pusing, sebenarnya dari sore tadi aku merasa kurang nyaman dengan tubuhku, mungkin karena seharian aku hanya bersembunyi di dalam rumah dan menikmati tidur siang yang cukup lama. Namun, aku rindu untuk tetap menulis sehingga inilah yang aku lakukan. Menulis sesuatu untuk kau baca. Jadi, yang ingin bagikan denganmu hari adalah tentang cinta. setiap manusia, siapapun dia di bawah kolong langit ini, padanya ada perasaan dan salah satunya adalah perasaan cinta. Cinta sebenarnya adalah sesuatu yang sangat indah, namun terkadang kita sebagai manusia menjadi benci atau marah dengan hidup oleh karena alasan cinta ini, meskipun sebenarnya yang jika kita pikirkan baik - baik yang salah bukanlah pada cintanya tetapi objek atau subjek yang kepadanya sebuah situasi cinta terjadi. Agak rumit ya? Jadi aku tidak ingin melanjutkan tentang teori cinta - cinta ini. Aku hanya ingin membagikan sebuah surat cinta yang pernah aku tulis beberapa waktu lalu. Entah mengapa, tetapi hari ini aku merasa tergerak untuk membagikannya melalui blog ini. Seperti apa isi suratnya? Let's Check it Out... 😄

Aku ingin menulis sesuatu.
Rasanya sangat hambar ketika hari dilalui tanpa menorehkan sesuatu sebagai bagian dari pengalaman hidup, cerita hidup sehari². Namun hatiku sudah menulis sangat banyak. Menulis berlembar² surat cinta meskipun aku tahu bahwa aku bahkan tidak memiliki kekasih di dunia ini. Dan mungkin orang bilang dunia zaman sekarang, surat cinta apakah masih ada? Dulu aku punya. Meskipun aku tidak benar² tahu apakah itu adalah benar - benar kekasih dan apakah aku benar² memilikinya. Dan kali ini, lembar demi lembar surat cinta yang kutulis tujuannya cuma satu, dan akan menjadi selamanya. Surat cinta buat Tuhan. Kekasih yang menemukan aku ketika aku tergeletak tak berdaya. Begitu hina, kotor, ditinggalkan sendirian. Dilupakan dunia. 

Ketika di sekujur tubuhku hanya ada luka, lubang hati yang menganga dan tidak ada lagi sinar cinta di dalam mataku. Ketika air mata menjadi minumanku setiap hari. 

Dia Tuhan. Kekasih yang menyentuhku ketika tidak ada seorang pun yang berani mendekatiku dan bertanya apakah aku baik² saja. Ketika dunia dan orang² yang kukenal memalingkan muka dan menyuruhku pergi. Ketika dengan memelas aku meratapi sudah betapa jauhnya aku hidup dalam kotoran. Aku diangkat-Nya.
Dibersihkan-Nya. Dia Bapa. Sahabat. Kekasih jiwaku. 

Tiada lagi yang lain. Yang pelukan-Nya terhangat dari semua pelukan yang pernah aku terima. Yang menerima apa adanya aku bukan karena aku ini dan itu. Bahkan ketika aku berpikir aku sudah ingin berhenti berjuang, habiskan saja tenaga yang tersisa dan tenggelam mati dalam kubangan kotoran yang aku semaikan, Kekasih ini berkata; "Hei kekasih, hidupmu begitu berharga, Aku mencintaimu. Mulai sekarang Aku yang akan memegang tanganmu, berjalan bersamamu dan lepaskan semua kotoran yang membuatmu hina kemudian tersenyumlah sambil berjalan bersamaku".

Sungguh,
Ini adalah tulisan² cinta terindah yang pernah ku tulis, baca, lihat dan rasakan bahkan dari jutaan kisah pujangga cinta terkenal di dunia. Surat cinta yang mengajarkan aku bahwa cinta itu benar² ada dan nyata. Cinta dalam Tuhan.

Oh ya, Bagaimana dengan kisah
cintamu? Apakah kamu juga menulis
surat cintamu?

 

Dan yah, teman, kira - kira seperti itulah isi suratnya. Mungkin sekarang ini sudah tidak zaman menulis sebuah surat cinta kepada seseorang, tetapi bagiku salah satu hal paling romantis yang telah terlindas zaman adalah surat cinta. Bagiku, Sebuah surat cinta seperti magnet yang memiliki kekuatan magis tersendiri bagi orang yang menulis ataupun menerimanya. Mungkin bagi kita yang hidup pada zaman ini, kesannya berlebihan, agak "lebay"Bahasa Alay kata orang - orang muda, atau mungkin menggelikan. Tetapi sebuah surat cinta, melambangkan ungkapan perasaan yang tidak akan pernah bisa ditakar oleh siapapun baik beratnya, maupun maknanya. 

Mungkin begitu dulu dariku hari ini. Aku berharap suatu saat mendapatkan sebuah surat juga darimu teman, meskipun mungkin itu bukan sebuah surat cinta 😊. Dirimu yang di sana, mungkin bisa mencobanya, menulis sesuatu itu kadang melegakan dan membantumu memasuki ruang yang tidak pernah kamu masuki sebelumnya. Aku di sini menanti kabar tentang tulisanmu. And, will surprisingly wait for that. 🙋  

Jumat, 26 Januari 2024

 Hai, Adi di sini. 

Bagaimana kabarmu hari ini? Dari tempatku berada, aku berharap semua hal yang kamu rasakan, alami dan jalani hari ini ada dalam kendalimu, kamu baik - baik saja, tetap optimis dan bersemangat melewatinya. Yah memang benar, tidak ada manusia yang pernah lepas dari yang namanya masalah, setiap hari pasti ada saja hal - hal yang merintangi jalan kita, apakah itu melalui perlakuan orang - orang di sekitar kita, oleh karena lingkungan yang kita temui, atau bahkan dari diri kita sendiri. Banyak hal. Namun, seperti apapun pengalaman hidupmu hari ini, aku ingin mengajakmu untuk bersukacita. Bersukacita berbeda dengan bahagia atau senang. Bahasa Inggris bersukacita adalah "Joy" sedangkan bahagia atau senang kita kadang mendengarnya sebagai "Happy". Joy atau bersukacita, adalah perasaan atau pikiran yang sifatnya lebih kekal, lebih menenangkan, kendati kita merasa tidak menemukan alasan apapun yang membuat kita senang atau bahagia, tetapi kita tetap bisa bersukacita. Bisa bersukacita meskipun kondisi diri kita sulit. Aneh bukan? Tetapi itulah pekerjaan Roh. Yang saya yakini dalam keimanan saya, Tuhan menempatkan Roh-Nya yang membuat saya tetap bisa merasakan sukacita meskipun banyak hal tidak menyenangkan atau hidup setiap hari tak pernah lepas dari masalah. Aku harap, kamu juga bisa memiliki dan merasakannya. Jika kamu ingat tulisanku pada hari sebelumnya tentang cahaya di dalam dirimu, itulah yang kumaksudkan. Roh mu memilikinya, suatu cahaya ada di dalam dirimu.

Hari ini aku ingin berbagi tentang sebuah lagu, salah satu lagu yang biasa aku dengarkan atau nyanyikan ketika aku beribadah kepada Tuhan yang aku percayai. Aku ingin berbagi tentang lagu ini, karena ku harap selain ini bisa mengingatkanku tentang penyertaan Tuhan dalam hidupku, aku juga bisa kembali dikuatkan ketika aku menghadapi perkara - perkara dunia yang sulit dihadapi. Aku tidak bisa memaksamu untuk merasakannya atau memahaminya, tetapi aku harap ini tidak akan mengganggumu bahwa dirimupun bisa mengalami sesuatu ketika membaca atau memikirkan lirik lagunya. Aku juga akan mencantumkan link yang bisa mengarahkanmu langsung kepada video lagu itu, kalau - kalau dirimu ingin mendengarkan langsung seperti apa lagunya. 

Lirik lagunya seperti ini : 

Tak ‘ku tahu ‘kan hari esok,
namun langkahku tegap
Bukan surya kuharapkan,
kar’na surya ‘kan lenyap.
O tiada ‘ku gelisah,
akan masa menjelang;
‘ku berjalan serta Yesus.
Maka hatiku tenang.

Reff:
Banyak hal tak kupahami
dalam masa menjelang.
Tapi t’rang bagiku ini:
Tangan Tuhan yang pegang.

Makin t’ranglah perjalanan,
makin tinggi aku naik.
Dan bebanku makin ringan,
makin nampaklah yang baik.
Di sanalah t’rang abadi,
tiada tangis dan keluh;
Di neg’ri seb’rang pelangi,
kita k’lak ‘kan bertemu.

Reff:
Banyak hal tak kupahami
dalam masa menjelang.
Tapi t’rang bagiku ini:
Tangan Tuhan yang pegang.

Tak ‘ku tahu ‘kan hari esok,
mungkin langit ‘kan gelap.
Tapi Dia yang berkasihan,
melindungi ‘ku tetap.
Meski susah perjalanan,
g’lombang dunia menderu,
dipimpinNya ‘ku bertahan
sampai akhir langkahku.

Reff:
Banyak hal tak kupahami
dalam masa menjelang.
Tapi t’rang bagiku ini:
Tangan Tuhan yang pegang.
 

Link lagunya melalui Youtube bisa kau klik dan dengarkan di sini 👉 Tak Ku Tahu Kan Hari Esok 

 

Jadi,  yang ingin aku  sampaikan atau bagikan hari ini denganmu adalah bahwa hidup itu bisa diibaratkan atau digambarkan sebagai sebuah perjalanan. Panjang pendeknya jarak tempuh kita masing - masing, kita tidak pernah tahu karena bukan kita yang menentukannya. Tetapi kita yakin, perjalanan ini pasti akan ada ujungnya. Dalam perjalanan ini kita tidak pernah tahu apa saja yang akan kita temui di setiap sisi jalan, apa saja yang akan kita injak, atau temui dijalan yang kita lewati. Mungkin kadangkala itu adalah bebatuan terjal, tanah yang datar atau bukit yang menanjak, mungkin juga ada duri atau sesuatu yang runcing yang dapat melukai kaki kita, atau kita mungkin bertemu dengan binatang buas atau sesuatu yang membahayakan nyawa kita, bisa pula kita akan bertemu dengan pemandangan yang indah, pepohonan yang sejuk, bunga yang indah, pemandangan alam yang menyegarkan mata, banyak hal. Kita juga tidak pernah tahu besok kita masih akan melanjutkan perjalanan, ke arah mana jalannya, seperti apa kisah atau bentuk perjalanannya, tidak ada satupun dari kita manusia yang bisa mengetahui atau meramalkan seperti apa kisah perjalanannya karena kita tidak memiliki kuasa atau kemampuan untuk mengatur waktu. Namun satu hal yang saya percaya, sesuai lirik lagu tadi mengatakan, bahwa di dalam iman yang saya yakini, perjalanan apapun itu, hari esok atau lusa, mungkin susah dan berat, banyak tantangannya, tetapi ada tangan Tuhan yang memegang selama perjalanan itu. Jadi, selama perjalanan, saya tidak sepenuhnya sendirian. Ada pribadi yang menemani, yaitu Tuhan. Dan Dia setia. 


Begitu pula dengan hidup, sebagai manusia, kita tidak pernah bisa mengetahui tentang hari esok, seperti apa jalan cerita kehidupan kita, beban - beban yang akan kita pikul, setiap masa yang ada seringkali tidak bisa kita pahami. Mengapa hal buruk terjadi, mengapa kita harus menderita, kenapa harus ada tangisan, kesedihan, rasa sakit, mengapa ada orang yang menyakiti kita, mengapa harus ada pergumulan di dalam hidup, kepahitan, ketakutan, kecemasan, kekhawatiran dan berbagai perasaan yang tidak menyenangkan. Namun, dirimu harus meyakini satu hal, jika kamu yakin pada dirimu, cahaya di dalammu akan mengantarmu untuk melalui dan menghadapi semua itu dengan baik. Yah, memang tidak semudah mengatakan atau menuliskannya ketika pergumulan kita berbeda. Namun, kita sebagai manusia harus memiliki pegangan dan harapan bukan? Kita juga memiliki pilihan. Pilihan untuk menang dan mencapai akhir perjalanan kita dengan keyakinan atau mengakhiri perjalanan dengan cara kita sendiri. Dan aku harap itu bukanlah pilihan yang kita tahu akan mematikan cahaya yang ada di dalam diri kita. Karena seperti Blog ini bertajuk "Dirimu Berharga", engkau dan aku berharga, jiwamu, jiwaku. Sesuatu yang berharga pasti akan kita jaga baik - baik bukan? Tetaplah bersemangat. Kamu tidak sendirian.


Jangan lupa untuk berbagi denganku juga, karena aku ada di sini. Kamu bisa menemukanku di sini ketika kamu membutuhkan teman. Percayalah. 🙋

 

Rabu, 24 Januari 2024

Hai, Adi di sini. Apa kabarmu? 

Harapanku dari sini adalah dirimu tetap bersemangat, berbahagia dan memiliki cahaya di dalam dirimu untuk menjalani hari ini dengan keyakinan bahwa semuanya akan baik - baik saja meskipun mungkin agak mustahil untuk berkata atau merasa demikian, tetapi bukankah masih merasakan nafasmu berhembus itu adalah sesuatu? jadi jangan berhenti, pasti ada tujuan mengapa dirimu masih ada hari ini. Seperti apapun cerita atau kisahmu hari ini, aku mungkin tidak bisa membantumu, tetapi dirimulah yang bisa membantu dirimu. Dengan menemukan di dalam dirimu cahayamu, sebuah semangat untuk bertahan saat semua seakan tidak bisa lagi diandalkan. Cahaya itu pasti ada, saya percaya di dalam diri setiap orang di dunia ini, entah dia percaya Tuhan atau tidak, memiliki cahayanya masing - masing. Hanya dirimu yang bisa menemukannya. Cahaya itu. Di dalammu.

Ini sebenarnya bukan kali pertama aku membuat blog, tetapi karena blog sebelumnya aku sudah lupa alamat dan passwordnya, maka kita biarkan sajalah. Terkadang memulai sesuatu hal yang baru adalah gambaran diri kita yang ingin terus melangkah bukan?. Ada banyak alasan untuk berhenti, terutama ketika banyak hal tidak seperti yang kita mau, setiap hal sepertinya berjalan tidak menyenangkan atau hal - hal yang terjadi di dalam dan di sekitar kita sepertinya benar - benar menyakitkan. Tetapi kita tidak bisa menatap hari dengan berkata, tidak ada lagi yang bisa kita lakukan. Itu adalah gambaran kekalahan. Tetapi mungkin tidak apa - apa jika merasa kalah, yang pastinya jangan menyerah karena itu berarti tidak ada harapan untuk menjadi seseorang yang lebih baik setiap hari. Jika dirimu merasa sendirian, aku ada di sini, sebagai sahabatmu, sebagai tulisan yang bisa menemanimu. Aku tidak berkata bahwa diriku juga selalu baik - baik saja atau lebih baik dari keadaanmu. Mungkin saja keadaanku lebih kompleks dan rumit daripada yang kamu hadapi. Tetapi, aku mencoba melakukan sesuatu. Terobosan untuk membuat diriku sedikit lebih berarti dari aku yang sebelumnya. Dan mencari cara untuk meloloskan diri tiap kali ada hal - hal yang mengerikan sedang menyerang pertahananku. Memberi diriku untuk menjadi teman bagi siapa saja. Bagiku itu adalah hal yang penting. Dan aku sungguh ingin melakukannya. 

Sebelum bercerita terlalu banyak, entah dirimu percaya Tuhan itu ada atau tidak, aku ingin berbagi tentang  sesuatu hal yang kuyakini tentang diriku dan mungkin saja dirimu dapat mengambil sesuatu dari padanya. Lebih tepatnya, aku ingin mengajakmu membaca sebuah puisi indah penuh makna tentang betapa penting dan berharganya dirimu. Dan aku rasa puisi ini sepanjang sejarah akan selalu menjadi bagian yang menguatkan sisi spiritual seseorang. dan bukan tidak mungkin dirimu juga.


 Aku sudah beberapa kali membaca puisi ini, dan dia memiliki makna yang sangat mendalam. Terutama ketika aku merasa gamang atau galau dengan makna kehidupan dan untuk apa aku berada di dunia yang serba rumit ini. Namun, sekali lagi, aku berharap, kamu pun bisa mendapatkan sesuatu yang membawa makna mendalam bagi dirimu ketika membacanya. Kemudian kita akan lanjutkan perjalanan dan cerita kita yang lainnya. 

Demikian dulu dariku. Kabari aku sesuatu yang menurutmu perlu kau bagikan. Tidak adapun tidak mengapa, aku akan di sini. Di blog ini ketika kau mencariku. Nanti kita bercerita hal menarik lagi, tentang hal - hal yang terjadi dalam hidup ini.

Dariku. Teman menjelajahmu. Temui aku lagi nanti, Di sini. 🙆

 

 Hai, Adi, sahabat kamu kembali di sini.💟🙋 I'm Sorry long time not to be with you and sharing anything with you from my blog. Kind of ...