Hai, Adi di sini! 🙇
Teman, siapapun dirimu yang berada di ujung sana dan sedang mengunjungiku di blog ini, aku selalu penasaran tentang bagaimana kabarmu hari ini. Ya setidaknya hari ini, karena hari kemarin sudah lewat dan menjadi sejarah bukan? Jadi mari kita fokus dengan hari ini. Berharap dari tempatku, dirimu selalu memiliki "Joy" seperti yang sempat kita singgung kemarin. Apapun keadaan dan keberadaanmu.
Dirimu merasa sendiri? Tidak kawan, hei, aku ada di sini menemanimu. Mungkin kau bilang apalah aku ini, hanya seseorang yang bersembunyi di balik tulisan yang tidak bisa langsung berbicara di telingamu atau datang tersenyum di depan matamu. Tetapi ketahuilah, aku mungkin adalah orang yang ingin peduli dengan hidupmu, dengan dirimu. Entah siapapun dirimu. Kita tidak bisa melawan keterbatasan kita sebagai manusia bukan? Tetapi kita bersyukur kita ada di zaman yang membolehkan kita berselancar melalui internet dan membuka peluang untuk belajar atau bertemu berbagai hal. Aku tidak bisa ada di dekatmu saat ini dalam bentuk fisik, sesosok jiwa yang bisa kau ajak bercerita atau bercanda dan berbagi, tetapi blog ini hadir sebagai penyemangat bahwa sebenarnya dirimu tidak sendirian dan aku bisa hadir melalui tulisanku kepadamu. Ditujukan untukmu. Dan kuharap kau bisa sedikit menyukainya dan pelan - pelan tidak akan pernah bosan untuk mengenalku melalui apa yang kutuliskan untukmu, dan akhirnya kita benar - benar bisa berteman. Bukankah memiliki teman adalah salah satu karunia yang sangat indah? Apalagi jika dia adalah seorang teman yang sangat dekat dan akrab.
Jadi, hari ini aku hadir di hadapanmu, aneh rasanya jika aku tidak memiliki sesuatu untuk kuceritakan atau ku bagikan. Sejauh ini, belum ada diantara kalian yang berbagi denganku, jadi biarkanlah aku yang berbagi lebih dulu. Kau tahu, saat menulis ini kepalaku agak sedikit pusing, sebenarnya dari sore tadi aku merasa kurang nyaman dengan tubuhku, mungkin karena seharian aku hanya bersembunyi di dalam rumah dan menikmati tidur siang yang cukup lama. Namun, aku rindu untuk tetap menulis sehingga inilah yang aku lakukan. Menulis sesuatu untuk kau baca. Jadi, yang ingin bagikan denganmu hari adalah tentang cinta. setiap manusia, siapapun dia di bawah kolong langit ini, padanya ada perasaan dan salah satunya adalah perasaan cinta. Cinta sebenarnya adalah sesuatu yang sangat indah, namun terkadang kita sebagai manusia menjadi benci atau marah dengan hidup oleh karena alasan cinta ini, meskipun sebenarnya yang jika kita pikirkan baik - baik yang salah bukanlah pada cintanya tetapi objek atau subjek yang kepadanya sebuah situasi cinta terjadi. Agak rumit ya? Jadi aku tidak ingin melanjutkan tentang teori cinta - cinta ini. Aku hanya ingin membagikan sebuah surat cinta yang pernah aku tulis beberapa waktu lalu. Entah mengapa, tetapi hari ini aku merasa tergerak untuk membagikannya melalui blog ini. Seperti apa isi suratnya? Let's Check it Out... 😄
Aku ingin menulis sesuatu.
Rasanya sangat hambar ketika hari dilalui tanpa menorehkan sesuatu sebagai bagian dari pengalaman hidup, cerita hidup sehari². Namun hatiku sudah menulis sangat banyak. Menulis berlembar² surat cinta meskipun aku tahu bahwa aku bahkan tidak memiliki kekasih di dunia ini. Dan mungkin orang bilang dunia zaman sekarang, surat cinta apakah masih ada? Dulu aku punya. Meskipun aku tidak benar² tahu apakah itu adalah benar - benar kekasih dan apakah aku benar² memilikinya. Dan kali ini, lembar demi lembar surat cinta yang kutulis tujuannya cuma satu, dan akan menjadi selamanya. Surat cinta buat Tuhan. Kekasih yang menemukan aku ketika aku tergeletak tak berdaya. Begitu hina, kotor, ditinggalkan sendirian. Dilupakan dunia.
Ketika di sekujur tubuhku hanya ada luka, lubang hati yang menganga dan tidak ada lagi sinar cinta di dalam mataku. Ketika air mata menjadi minumanku setiap hari.
Dia Tuhan. Kekasih yang menyentuhku ketika tidak ada seorang pun yang berani mendekatiku dan bertanya apakah aku baik² saja. Ketika dunia dan orang² yang kukenal memalingkan muka dan menyuruhku pergi. Ketika dengan memelas aku meratapi sudah betapa jauhnya aku hidup dalam kotoran. Aku diangkat-Nya.
Dibersihkan-Nya. Dia Bapa. Sahabat. Kekasih jiwaku.
Tiada lagi yang lain. Yang pelukan-Nya terhangat dari semua pelukan yang pernah aku terima. Yang menerima apa adanya aku bukan karena aku ini dan itu. Bahkan ketika aku berpikir aku sudah ingin berhenti berjuang, habiskan saja tenaga yang tersisa dan tenggelam mati dalam kubangan kotoran yang aku semaikan, Kekasih ini berkata; "Hei kekasih, hidupmu begitu berharga, Aku mencintaimu. Mulai sekarang Aku yang akan memegang tanganmu, berjalan bersamamu dan lepaskan semua kotoran yang membuatmu hina kemudian tersenyumlah sambil berjalan bersamaku".
Ini adalah tulisan² cinta terindah yang pernah ku tulis, baca, lihat dan rasakan bahkan dari jutaan kisah pujangga cinta terkenal di dunia. Surat cinta yang mengajarkan aku bahwa cinta itu benar² ada dan nyata. Cinta dalam Tuhan.
Oh ya, Bagaimana dengan kisah
cintamu? Apakah kamu juga menulis
surat cintamu?
Dan yah, teman, kira - kira seperti itulah isi suratnya. Mungkin sekarang ini sudah tidak zaman menulis sebuah surat cinta kepada seseorang, tetapi bagiku salah satu hal paling romantis yang telah terlindas zaman adalah surat cinta. Bagiku, Sebuah surat cinta seperti magnet yang memiliki kekuatan magis tersendiri bagi orang yang menulis ataupun menerimanya. Mungkin bagi kita yang hidup pada zaman ini, kesannya berlebihan, agak "lebay"Bahasa Alay kata orang - orang muda, atau mungkin menggelikan. Tetapi sebuah surat cinta, melambangkan ungkapan perasaan yang tidak akan pernah bisa ditakar oleh siapapun baik beratnya, maupun maknanya.
Mungkin begitu dulu dariku hari ini. Aku berharap suatu saat mendapatkan sebuah surat juga darimu teman, meskipun mungkin itu bukan sebuah surat cinta 😊. Dirimu yang di sana, mungkin bisa mencobanya, menulis sesuatu itu kadang melegakan dan membantumu memasuki ruang yang tidak pernah kamu masuki sebelumnya. Aku di sini menanti kabar tentang tulisanmu. And, will surprisingly wait for that. 🙋

Tidak ada komentar:
Posting Komentar