Aku terkadang heran. Dengan bagaimana prinsip dunia ini bekerja. Bagaimana orang - orang di sekitarku begitu mudahnya untuk menyakiti orang lain. Orang - orang yang dengan begitu mudahnya melihat kekurangan orang lain tanpa terlebih dahulu melihat dirinya, apakah sudah demikian baiknya. Hingga aku tersadar, mungkin di dunia ini, ada tipe orang yang demikian, senang melihat derita orang lain, senang mengomentari kehidupan orang di sekitarnya ketimbang berkonsentrasi untuk memperbaiki dirinya, atau mungkin saja tipe orang seperti ini selalu merasa bahwa dirinya sudah lebih baik dari orang lain. Kehidupannya baik - baik saja. Nyaris sempurna, mungkin.
Hari ini, perasaanku sangat tidak menyenangkan. Aku seperti ingin berlari ke suatu tempat yang sepi dan aman. Karena lingkungan di sekelilingku seperti musuh bagiku. Aku seperti orang yang berbeda dengan manusia lain, meskipun pada dasarnya aku juga masih manusia. Aku berharap ada tempat pelarian seperti itu di dunia ini. Tempat dimana dirimu bisa melepaskan diri dari pandangan dan situasi tidak menyenangkan di dalam hidup, dari orang - orang yang tidak bisa memandangmu dengan lebih peduli. Berlari dari orang - orang yang tidak memiliki hati.
Kesalahan apa sebenarnya yang sudah aku perbuat kepada orang - orang ini? pikirku. Aku selama ini berusaha tidak terlalu memusingkan hidup dan tingkah laku orang lain, jarang mengomentari kehidupan mereka, bahkan sedapat mungkin melakukan kebaikan yang mesikipun tidaklah sempurna, namun tidak ingin menimbulkan kesan bahwa aku membenci atau menyakiti siapapun. Namun, mungkin ada beberapa orang yang terkadang menyalahartikan kehadiranku, pemikiranku atau perkataanku. Itu sebabnya ada orang yang seperti itu. Orang -orang yang tidak bisa menerima, apa adanya dirimu. Orang - orang yang akan lebih mudah melihat kekuranganmu daripada hal - hal baik yang ada padamu. Namun, hal ini membuka mata kita, bahwa memang benar adanya. Tidak setiap orang bisa menyukai kita. Selalu akan ada orang seperti itu. Terima atau tidak. Lalu, bagaimana sebijaknya kita menyikapi hal seperti ini agar tidak mengganggu hidupmu?
Pertama - tama sebaiknya kita lebih berkonsentrasi dengan diri sendiri. Apa yang terbaik yang bisa dirimu lakukan kepada dirimu. Ketimbang menyakitinya, kamu seharusnya menjaga dan merawatnya sebaik yang dirimu bisa bukan? Menghabiskan energi dan waktu untuk memikirkan atau memusingkan pandangan orang lain tentangmu hanya akan menyakitimu. Kemudian, kamu bisa lebih berfokus pada kehadiran orang yang masih peduli denganmu. Sekecil dan sesederhana apapun perhatian atau pertolongan mereka padamu. Pasti masih ada orang yang seperti itu. Tuhan menempatkannya di sekitarmu tentu dengan maksud untuk membantumu menyadari bahwa hal - hal baik masih ada, dirimu hanya perlu kepekaan melihat dan menyadarinya. Jika memang dirimu memiliki begitu banyak kelemahan dan kekurangan yang membuat orang lain bergunjing tentangmu, memandang aneh padamu, terimalah itu sebagai bagian dari hidupmu yang tidak perlu menyiksamu lebih banyak. Anggaplah itu sebagai suatu kewajaran, biarkan mereka berpikir dan berbicara tentang hal itu, namun tetaplah bergerak, telah berjalan bahkan tersenyum. Karena dirimu memiliki nilai lebih dari sekedar pandangan orang atau perkataan orang yang tidak benar - benar mengenalmu. Jika dalam anggapanmu dunia sekitarmu telah terlalu jahat dan tidak ada situasi yang menguntungkanmu, berdiam dirilah, berdoa kepada Penciptamu, Dia Yang Empunya kendali dan otoritas atas semua hal yang terjadi bahkan yang kau rasakan. Temukan keberanian untuk merasa nyaman dalam dekapan-Nya. Itu mungkin dapat kau jadikan tempat pelarian paling tepat yang mudah dan cepat. Kau bisa memilihnya darimanapun dan dimanapun.Hal yang perlu selalu diingat adalah kebahagiaan kita, kesenangan hati kita tidak tergantung kepada orang lain, kita yang memilih untuk bahagia atau senang. Berhenti memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentangmu, berhenti memasukkan dalam hatimu perkataan orang lain yang tidak memiliki faedah bagimu.
Semoga bermanfaat bagiku ataupun bagimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar